Turunnya Dajjal dan Hikmahnya - Selamat datang, jumpa lagi di Berbagi Ilmu, kali ini mau update terbaru tentang Turunnya dajjal dan hikmahnya. sebelum mulai ke pembahasan, sedikit memberitahukan untuk updatetan kemarin adalah Pengertian Isra' Mi'raj dan Hikmahnya. langsung pembahasan kali ini,
selamat membaca..!!!
selamat membaca..!!!
Turunnya Dajjal
Dajjal berasal dari
kata dajjala artinya menutupi (sesuatu). Kamus Lisanul arab mengemukakan
beberapa pendapat mengapa di sebut dajjal. Menurut salah satu pendapat ia
disebut dajjal karena ia adalah pembohong yamg menutupi kebenaran dengan
kepalsuan.
Dalam Menurut sebuah hadits, dajjal di
gambarkan sebagai laki-laki berbadan besar, berkulit merah, pendek, berambut
keriting, dahinya lebar, pundaknya bidang, matanya yang sebelah kanan buta dan
matanya ini tidak menonjol juga tidak tenggelam seperti buah anggur yang masak
dan mata sebelah kirinya di tumbuhi daging tebal pada sudutnya. Diantara kedua
ma tanya terdapat tulisan hiruf
kaf,fa,ro, secara terpisah atau tulisan kafir secara berangkai ia juga mandul
(tidak memilik anak).
Dajjal juga disebut dengan nama Al Masih karena salah satu matanya terusap/ tertutup (artinya: buta sebelah).
Disebutkan pula bahwa ia dinamakan Al Masih karena dia mengusap/ melewati bumi
selama empat puluh hari. Al Masih sendiri kadang ditujukan pada orang yang
shidiq (jujur) yaitu‘Isa AS dan kadang pula Al Masih dimaksudkan untuk orang
yang sesat lagi dusta yaitu Dajjal yang matanya buta sebelah.
Keluarnya Dajjal merupakan di antara tanda
datangnya kiamat. Fitnah (cobaan) yang ditimbulkan oleh Dajjal adalah
seberat-beratnya ujian yang akan dihadapi manusia.
Dalam sebuah hadits shahih disebutkan,
مَا بَيْنَ خَلْقِ
آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ خَلْقٌ أَكْبَرُ مِنَ الدَّجَّالِ
Artinya : "Tidak ada satu pun makhluk
sejak Adam diciptakan hingga terjadinya kiamat yang fitnahnya (cobaannya) lebih
besar dari Dajjal."
(HR. Muslim no. 2946)
An Nawawi
rahimahullah menerangkan, “Yang dimaksud di sini adalah tidak ada fitnah dan
masalah yang lebih besar daripada fitnah Dajjal.” Dari
Ibnu ‘Umar RA, ia berkata, Rasulullah SAW berdiri di hadapan manusia lalu
memuji AllahSWT karena memang Dialah satu-satunya yang berhak atas pujian
kemudian beliau menceritakan Dajjal. Beliau bersabda,
إِنِّى لأُنْذِرُكُمُوهُ ، وَمَا مِنْ
نَبِىٍّ إِلاَّ أَنْذَرَهُ قَوْمَهُ ، لَقَدْ أَنْذَرَ نُوحٌ قَوْمَهُ ،
وَلَكِنِّى أَقُولُ لَكُمْ فِيهِ قَوْلاً لَمْ يَقُلْهُ نَبِىٌّ لِقَوْمِهِ ، تَعْلَمُونَ
أَنَّهُ أَعْوَرُ ، وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِأَعْوَرَ
Artinya : "Aku akan menceritakannya kepada kalian dan
tidak ada seorang Nabi pun melainkan telah menceritakan tentang Dajjal kepada
kaumnya. Sungguh Nabi Nuh ‘alaihis salam telah mengingatkan kaumnya. Akan
tetapi aku katakan kepada kalian tentangnya yang tidak pernah dikatakan oleh
seorang Nabi pun kepada kaumnya, yaitu Dajjal itu buta sebelah matanya
sedangkan Allah sama sekali tidaklah buta". (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari Anas, ia
berkata, Rasulullah SAW bersabda,
مَا بُعِثَ
نَبِىٌّ إِلاَّ أَنْذَرَ أُمَّتَهُ الأَعْوَرَ الْكَذَّابَ ، أَلاَ إِنَّهُ
أَعْوَرُ ، وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ ،
وَإِنَّ بَيْنَ عَيْنَيْهِ مَكْتُوبٌ كَافِرٌ
Artinya : “Tidaklah seorang
Nabi pun diutus selain telah memperingatkan kaumnya terhadap yang buta sebelah
lagi pendusta. Ketahuilah bahwasanya dajjal itu buta sebelah, sedangkan Rabb
kalian tidak buta sebelah. Tertulis di antara kedua matanya “KAAFIR”.” (HR. Bukhari)
Dalam
hadits-hadits yang menerangkan tentang dajjal, disebutkan bahwa yang menjadi
pengikut dajjal bukan hanya kaum kafir, tetapi tujuh puluh ribu umat Nabi
Muhammad SAW pun akan mengikuti dajjal yang munculnya disebelah timur.
Rasululloh mengatakan bahwa sejak Allah menciptakan Adam, tidak ada fitnah di
muka bumi yang lebih besar dari fitnahnya dajjal. Dajjal akan membawa api dan
dua sungai, yang satu penuh dengan air dan satu lagi penuh dengan api, gunung
roti dan sungai penuh dengan air. Dajjal akan muncul membawa semacam surga dan
neraka, surga penuh dengan asap dan nerakanya adalah kebun yang menghijau.
Salah seorang
sahabat bertanya kepada Nabi Muhammad SAW tentang kecepatan perjalanan dajjal.
Nabi menjawab bahwa kecepatan perjalanan dajjal adalah seperti awan yang ditiup
angin, bumi akan digulung untuknya dan akan menggenggam awan di tangan
kanannya.
Dajjal
disebutkan memiliki keajaiban menyembuhkan orang buta, lepra dan menghidupkan
orang mati. Orang yang tipis iman dan tidak memiliki pengetahuan agama yang
mendalam akan mudah melepaskan keyakinannya dan berganti dengan menyembah
dajjal.
Tanda-tanda
lain mengenai kemunculan dajjal adalah banyaknya anak lahir dari hasil
perzinaan dan penampilan laki-laki menyerupai perempuan dan perempuan berpenampilan
seperti laki-laki.
Sebagian
hadits mengenai Dajjal telah dikemukakan di atas. Intinya, semua hadits-hadits tersebut menunjukkan
bahwa di akhir zaman, akan muncul Dajjal. Berita tentang Dajjal ini
diriwayatkan dalam riwayat yang amat banyak, sampai derajat mutawatir.
Hadits-hadits yang membicarakan tentang Dajjal pun berasal dari kitab Shahih
Bukhari dan Muslim. Oleh
karena itu, orang yang meragukan tentang hal ini, dialah yang sungguh aneh.
Al Qodhi mengatakan, “Hadits-hadits yang disebutkan oleh Imam Muslim dan
selainnya mengenai kisah Dajjal benar-benar sebagai hujjah bagi madzhab yang
berada di atas kebenaran bahwa Dajjal benar adanya. Dajjal adalah benar-benar
manusia. Allah mendatangkannya untuk menguji para hamba-Nya. Allah SWT
memberikan pada Dajjal berbagai ilahiyah (ketuhanan), yaitu dengan menghidupkan
mayit yang sebelumnya ia matikan, menumbuhkan tanaman, menyuburkan tanah dan
kebun, menjadikan api dan dua macam sungai.
Dajjal sangat cerdik, lihai dan profesional. Ia mengajak orang berbuat
maksiat yang dibungkus dengan keindahan. Mengajak manusia meraih kebahagiaan,
padahal sebenarnya adalah kesengsaraan.
Dajjal pun akan mengeluarkan
berbagai macam perbendaharaan di dalam bumi, ia akan menurunkan hujan dari
langit, dan tanah pun akan tumbuh tanaman. Ini semua dilakukan atas kuasa dan
kehendak Allah. Kemudian setelah itu, Allah SWT membuat ia tidak bisa berbuat
apa-apa. Namun tidak ada yang bisa membunuh Dajjal dan menghancurkan berbagai
urusannya melainkan ‘Isa AS. Allah SWT pun akhirnya mengokohkan hati orang
beriman. Inilah madzhab Ahlus Sunnah, keyakinan para pakar hadits, para fuqoha
dan para ulama peneliti lainnya.”
Kalau kita sadari,
ciri-ciri kemunculan dajjal yang sesuai dengan hadits Rasululloh sebetulnya sudah nampak pada masa sekarang. Ciri atau tanda-tanda kemunculan dajjal tidak
hanya kita fahami secara harfiah saja, tetapi juga harus diartikan dengan
penafsiran kontekstual.
Hikmah Turunnya Dajjal
1. Memperingatkan manusia agar selalu berbuat baik dan meninggalkan kemungkaran.
2. Menambah keimanan bagi manusia bahwa hari kiamat itu pasti ada.
3. Mengingatkan kepada manusia bahwa ciri-ciri dajjal itu bermata satu /juling /buta sebelah.
4. Keluarnya dajjal merupakan tanda-tanda datangnya kiamat. Fitnah (cobaan) yang ditimbulkan oleh dajjal adalah seberat beratnya ujian yang akan dihadapi manusia.
5. Mengingatkan manusia untuk selalu mawas diri, berusaha melawan dajjal dengan berperilaku sebagaimana akhlak seorang muslim/muslimah.
itulah Turunnya Dajjal dan Hikmahnya yang dapat Berbagi Ilmu berikan. mudah mudahan bermanfaat bagi kalian, dapat menjadi referensi baru bagi kalian semua, dan tentunya menjadi lebih pintar lagi. trimakasih atas kunjungan kalian semua yang setia sama Berbagi Ilmu. terus tingkat belajarnya, dan ikuti terus update terbaru Berbagi Ilmu.
0 comments:
Post a Comment