Turunnya Nabi Isa dan Hikmahnya
Isa adalah keturunan Daud dan Sulaiman. Dialah rasul dari kalangan Bani Israel yang
pengaruhnya menyebar hingga di luar kalangan Yahudi. Tahun kelahirannya hingga
kini dijadikan dasar perhitungan kalender Masehi.
Umat Islam meyakini bahwa Isa bin Maryam sebagai
utusan Allah yang lahir dari Maryam, seorang perempuan yang salehah yang sering
melakukan ibadah kepada Allah di Bethlehem, Palestina. Allah menurunkan Isa AS
ketika kondisi masyarakat kacau dan tidak memiliki panduan yang benar.
Adapun
tanggal kelahirannya tidak pernah dinyatakan secara jelas. Yang pasti bukan
tanggal 25 Desember yang sekarang diperingati sebagai Hari Natal, karena
penentuan tanggal itu lebih dikaitkan dengan mitologi serta perhitungan
astronomi menyangkut perubahan posisi bumi terhadap matahari. Kisah Isa diawali
dari peristiwa kedatangan malaikat menemui Maryam yang tinggal di kamarnya di
Baitul Maqdis.
Maryam menyangka malaikat (ruhul qudus) itu adalah
laki-laki yang hendak menggodanya. Tapi sang malaikat menyatakan dirinya hanya
diutus Allah untuk menyampaikan kabar bahwa Maryam akan punya putra. Sebuah kabar
yang sempat tak dipercayai Maryam, karena dirinya seorang perempuan baik-baik
dan tak pernah berhubungan dengan laki-laki. Atas kehendak Allah, Maryam pun
hamil dan lahirlah Isa AS dari rahimnya. Meskipun masih dalam buaian, Nabi Isa
AS mampu menjawab segala tuduhan buruk terhadap Maryam ibunya.
Pada masa itu, kehamilan Maryam merupakan
kontroversi besar. Dengan menanggung beban hujatan masyarakatnya, Maryam
meninggalkan Baitul Maqdis. Kalangan Nasrani meyakini Maryam melahirkan Isa di
tempat pengasingannya di Baitullahim (Betlehem). Quran hanya menjelaskan saat
Maryam berlindung di bawah pohon korma. Allah memerintahkan Maryam untuk
menjejakkan kaki untuk memperoleh air minum, serta menggoyang pohon itu untuk
mendapatkan makanan.
Kelahiran
Isa mengundang tudingan keras pada Maryam. Mereka menganggap Maryam telah
mencemarkan nama baik keluarganya karena mempunyai anak tanpa suami. Mukjizat
terjadi, Isa yang masih bayi tiba-tiba berbicara menjelaskan mukjizat Allah
tersebut.
Baru menjelang abad 21, ilmu pengetahuan dapat
menjelaskan bahwa secara teoritis manusia dapat mempunyai anak tanpa proses
pertemuan antara sperma dengan sel telur, yakni dengan teknik kloning. Sampai
sekarangpun ilmu pengetahuan belum mampu menyingkap sepenuhnya fenomena
kehamilan Maryam tersebut.
Sejak kecil, Isa AS telah menunjukkan perilaku
yang istimewa dibandingkan anak-anak sebayanya. Pada usia dua belas tahun, Isa
AS menghabiskan seluruh waktunya dalam aktivitas keilmuan dan senantiasa
berperilaku mulia. Isa AS menerima tugas kenabian pada usia tiga puluh tahun di
bukit zaitun. Setelah itu, Nabi Isa mengabari kerasulannya kepada Bani Israil
yang kehidupan keagamaannya menyimpang dari ajaran nabi Musa As.
Untuk membuktikan kenabian Nabi Isa, Allah
memberikan sejumlah mukjizat kepada Nabi Isa AS. Diantaranya adalah ketika ia
membentuk seekor burung dari tanah liat dan burung itu tiba-tiba hidup. Atas
izin Allah, dapat menghidupkan orang mati, menyembuhkan berbagai macam
penyakit, menyembuhkan kebutaan seseorang yang dideritanya sejak lahir, serta
mendatangkan makanan yang semula tak ada. Dengan berbagai mukjizat itu, Isa
segera memperoleh pengikut yang banyak.
Selain mukjizat yang luar biasa tersebut, Allah
menganugrahi kitab Injil kepada Nabi Isa AS. Wahyu yang diterima dari Allah
kemudian diajarkan kepada para sahabat sekaligus muridnya yang disebut dengan
al hawariyyun. Nabi Isa bersama al hawariyyun menyebarkan risalah ilahi berupa
konsep kasih dan keesaan Tuhan kepada masyarakat serta berusaha meluruskan
akhlak kaum bani Israil yang telah menyimpang dari ajaran Taurat dan Zabur yang
dibawa Nabi Musa AS dan Nabi Daud AS.
Adapun yang termasuk al hawariyyin Nabi Isa adalah
Simon bin Yunus (petrus), Andreas bin Yunus, Yakub bin Zabdi, yahya bin Zabdi (Yohannes), Pilipus, Natanael
(Bartolomius), Thomas, Matius bin Alpius (Lewi), Yaqub bin Alpius, Lebeus
(Tadius), Simon Zelotes dan Yudas Iskariot. Pada surat Ali Imran (3) :52 Allah
berfirman yang artinya :
”Maka tatkala Isa mengetahui keinginan mereka
berkatalah ia; siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk Allah? Para
hawariyyin menjawab; Kamilah penolong-penolong Allah, kami beriman kepada
Allah, dan saksikanlah bahwa sesungguhnya, kami adalah orang-orang yang
berserah diri. (QS.Ali imron 52)
Hal demikian mencemaskan kaum elit di wilayah Palestina, baik terhadap
Romawi yang berkuasa maupun kalangan pendeta Yahudi. Militer saat itu segera memburu Isa dengan bantuan
Yudas Iskariot, seorang pengikut Isa yang berkhianat. Rumah persembunyian Isa
diketahui. Isa pun digrebek. Di sinilah perbedaan pendapat kalangan Nasrani dan
Islam mulai terjadi. Kalangan Nasrani meyakini Isa tertangkap dan dihukum
salib. Penyaliban itu dianggap sebagai simbol pengorbanan Isa demi menebus dosa
umat manusia. Sedangkan Quran menjelaskan bahwa yang ditangkap dan kemudian
disalib bukanlah Isa melainkan Yudas Iskariot yang atas kuasa Allah wajahnya diserupakan
dengan Nabi Isa.
Tentang keberadaan Isa
kemudian, para ahli tafsir meyakini bahwa Isa "diangkat Allah" ke
langit. Sebagaimana diterangkan dalam Al Qur’an surat An Nisa (4): 157-158,
Allah berfirman yang artinya :
”Dan karena ucapan mereka: Sesungguhnya, kami
telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah. Padahal mereka tidak
membunuhnya dan tidak menyalibnya, tetapi orang yang diserupakan dengan Isa
bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih faham tentang Isa,
benar-benar dalam keraguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai
keyakinan tentang siapa yan dibunuh, kecuali mengikuti persangkaan belaka.
Mereka tidak yaqin bahwa yang mereka bunuh adalah Isa. Akan tetapi, Allah telah
mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha perkasa lagi Maha Bijaksana.”
Rosululloh SAW bersabda: ”Demi Alloh, sesungguhnya
Isa putra Maryam akan turun ke bumi sebagai hakim yang adil akan membebaskan
jizyah, unta-unta muda akan di biarkan hingga tidak ada yang mau mengurusinya
lagi, sifat bahil, saling membenci, saling dengki akan hilang. Dan orang-orang
akan memanggil orang lain yang mau menerima haratanya (sedekah), tetapi tidak
ada seorang pun yang mau
menerimanya’(HR.Muslim)
Setelah membunuh dajjal dan ya’juz-ma’juz serta
membenarkan risalah yang di bawa Rosululloh Muhammad SAW, Nabi Isa wafat dan
umat islam berada dalam naungan pemerintahan Imam Mahdi. Seluruh umat manusia
memeluk agama islam dan hidup dalam kemakmuran karena tegaknya keadilan Illahi.
Hikmah turunnya Nabi Isa
as :
1.
Memperingatkan
manusia agar selalu berbuat baik dan meninggalkan kemungkaran.
2.
Menambah
keimanan bagi manusia bahwa hari akhir itu pasti ada.
3.
Menambah
keyakinan bagi manusia bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah.
4.
Menambah
keyakinan bagi manusia bahwa Nabi Isa diselamatkan Allah dan akan turun kembali
untuk membuktikan kebenaran.
itulah Turunnya Nabi Isa dan Hikmahnya yang dapat Berbagi Ilmu berikan. mudah mudahan bermanfaat bagi kalian, dapat menjadi referensi baru bagi kalian semua, dan tentunya menjadi lebih pintar lagi. trimakasih atas kunjungan kalian semua yang setia sama Berbagi Ilmu. terus tingkat belajarnya, dan ikuti terus update terbaru Berbagi Ilmu.
0 comments:
Post a Comment